Instagram
Tiktok
Twitter
YouTube
Whatsapp
Facebook
- Berita
Studi banding KTH Nona Opa ke KTH Dalek Esa
  Sabtu, 29 November 2025   Administrator
Studi banding KTH Nona Opa ke KTH Dalek Esa

KTH Nona Opa menyambangi KTH Dalek Esa untuk memperkuat kapasitas kelompok dalam pengelolaan mangrove di wilayah pesisir.

Studi banding KTH Nona Opa ke KTH Dalek Esa
Kelompok Tani Hutan (KTH) Nona Opa melaksanakan kegiatan studi banding ke KTH Dalek Esa pada 29 November 2025 sebagai upaya memperkuat kapasitas kelompok dalam pengelolaan mangrove di wilayah pesisir. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS BPDAS Benain Noelmina, serta dihadiri oleh perwakilan Universitas Nusa Cendana, Petugas Resort Bipolo, dan para pendamping kelompok. 

Tinjauan Lapangan: Mengenal Teknik dan Praktik Pengelolaan Mangrove 
Rombongan peserta diajak untuk meninjau langsung area penanaman mangrove yang dikelola KTH Dalek Esa. Dalam sesi ini, peserta mempelajari berbagai aspek teknis, mulai dari jenis-jenis mangrove yang ditanam, jumlah dan tingkat keberhasilannya, hingga metode perawatan yang selama ini diterapkan.  Kegiatan lapangan semakin bermakna dengan dilaksanakannya penanaman mangrove bersama, yang memberikan pengalaman praktis bagi seluruh peserta mengenai cara penanaman yang tepat sesuai kondisi lokasi. 

Berbagi Pengalaman: Profil dan Perjalanan KTH Dalek Esa
Setelah kegiatan lapangan, peserta mengikuti sesi pemaparan mengenai profil KTH Dalek Esa, termasuk perjalanan kelompok dalam mengembangkan desa melalui kegiatan konservasi dan pemanfaatan mangrove. Berbagai praktik baik yang telah diterapkan—mulai dari penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi ekonomi berbasis mangrove—menjadi inspirasi bagi KTH Nona Opa untuk dikembangkan di wilayah mereka. 

Menguatkan Komitmen untuk Pesisir yang Lestari
Studi banding ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan keterampilan KTH Nona Opa dalam pengelolaan mangrove di Pantai Beringin. Pengetahuan, pengalaman, dan semangat yang dipelajari dari KTH Dalek Esa diharapkan dapat diterapkan untuk mendorong pesisir yang lebih kuat, produktif, dan lestari. Kegiatan ini sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antar kelompok masyarakat, pemerintah, dan pendamping untuk menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. 


Share: